![]() |
| Dok: Mizanstore |
Siapa yang tidak kenal dengan Dewi Lestari atau yang akrab disapa Dee Lestari? Salah seorang novelis yang terkenal karena trilogi novelnya yang berjudul Supernova. Semua pecinta literasi pasti tahu, atau minimal pernah mendengar nama tersebut. Atau mungkin pernah mendengar judul novelnya disebut-sebut di kalangan pembaca aktif.
Supernova sendiri merupakan salah satu jenis novel imajiner tingkat tinggi, yang membawa nama Dee Lestari duduk di jajaran penulis Indonesia yang terkenal. Ketenaran Dee Lestari tentu tidak lepas dari perjuangannya meniti karir sebagai penulis.
Kita mungkin hanya menikmati hasil karya Dee tanpa tahu bagaimana cucuran peluhnya dalam berkarya. Padahal sudah kita mafhum bersama, bahwa di balik keberhasilan selalu ada perjuangan yang pantang menyerah. Buat kamu yang ingin sukses nulis novel seperti Dee Lestari, berikut ada beberapa kiat yang wajib kamu jalankan secara kontinyu. Berikut ini cara sukses nulis novel ala Dee Lestari:
Mau Belajar
Setiap orang lahir tanpa kemampuan apapun. Setiap keterampilan dan pengetahuan, diperoleh dari hasil belajar. Termasuk juga kemampuan menulis novel seperti yang dimiliki Dewi Lestari. Kalau kamu ingin sukses menulis novel, kamu harus memiliki kemauan kuat untuk belajar. Tanpa kemauan yang kuat, proses menulis dapat berhenti di tengah jalan. Jangan hanya melirik hasilnya, tapi jalani prosesnya.
Memelihara Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu haruslah terpelihara dalam diri penulis. Matinya rasa ingin tahu dapat menyebabkan proses menulis juga berhenti. Rasa ingin tahu harus terus dipelihara. Meski kadang rasa malas juga tidak segan menghampiri.
Jadi Pengamat yang Teliti
Bagi Dee Lestari, seorang penulis novel itu harus pandai mengamati alam sekitar secara detail. Dalam membangun karakter tokoh misalnya, seorang penulis harus banyak memiliki referensi seputar watak dan kepribadian seseorang. Melihat keseharian banyak orang dapat membantu menggambarkan tokoh secara detail dan nyata.
Pandai Melihat Diri Sendiri
Selain menjadi pengamat yang teliti, seorang penulis novel yang sukses seperti Dee, juga harus pandai melihat diri sendiri. Karakter novel bisa diambil dari karakter pribadi. Selain itu, kehidupan pribadi juga dapat menjadi sumber inspirasi atau ide dalam menulis novel.
Kehidupan, pengalaman tentang manis-getirnya kehidupan dapat menjadi sumber ide yang tidak ada habisnya. Intinya, kamu harus pandai mengambil sisi menarik dari pengalaman pribadimu. Pandai melihat diri sendiri juga membantu kamu dalam menentukan gaya kepenulisan sesuai dengan karakter dirimu.
Disiplin
Disiplin bukan hanya milik pekerja kantoran. Disiplin juga harus dimiliki oleh seorang penulis. Itulah yang diterapkan Dee dalam menulis novel. Disiplin waktu, disiplin dalam mencari referensi, disiplin dalam hal berkomitmen kepada diri sendiri. Intinya, proses menjadi penulis itu bukan hal yang mudah. Jadi kamu tidak bisa memanjakan diri bila ingin menjadi penulis novel sukses seperti Dee Lestari.
Lokasi Serta Waktu Khusus Menulis
Dalam satu sesi seminar, Dee Lestari pernah menyatakan bahwa dalam menyelesaikan salah satu novelnya, ia menyewa sebuah kamar kosan yang notabene dihuni oleh mahasiswa. Selain untuk keperluan survei data terkait novelnya, langkah tersebut ia ambil untuk menyediakan waktu dan tempat khusus dalam menyelesaikan naskahnya. Tempat yang sesuai dengan ide cerita dapat mempermudah menggambarkan setting secara lebih nyata.
Selesaikan 1 Karya Saja Terlebih Dahulu
Bila belum selesai 1 karya, jangan pindah pada ide lain. Itulah yang diterapkan Dee dalam menulis novel. Sebab bila 1 ide saja belum bisa diselesaikan, jangan berharap bisa menyelesaikan ide yang lain. Intinya kalau pikiran atau ide sudah mandek, lebih baik cerita ditanyakan saja. Sehingga tidak ada ceritanya naskah tidak selesai. Kalau 1 naskah sudah selesai, kamu akan merasa lega. Tentu memiliki minat untuk menggarap dan menyelesaikan naskah berikutnya.
Saat Tulisan Sudah Selesai, Perbaiki
Ketika tulisan sudah selesai, seorang penulis harus mau memperbaiki tulisannya. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan ketika memperbaiki naskah. Disamping memperbaiki ejaan, kesalahan kketik maupun tanda baca, kamu juga bisa menambah ide segar di bagian cerita tertentu. Jadi, rajin-rajinlah memperbaiki naskah. Bila memang sudah lelah dalam proses penggarapan naskah, kamu bisa biarkan dulu sejenak. Mencoba menulis ide baru kembali. Namun ketika pikiran sudah fresh kembali, kamu dapat memulai proses perbaikan naskah.
Berani Gagal dan Siap Menghadapi Kesuksesan
Sebagaimana yang telah dialami Dee Lestari, ia juga pernah merasakan pahitnya kegagalan. Hanya saja ia berani bangkit dan terus mencoba lagi. Sehingga ia bisa menerbitkan novel Supernova secara berkelanjutan. Sebaliknya, seorang penulis juga harus siap menghadapi kesuksesan. Di titik kesuksesan inilah tantangannya. Apakah akan tetap menulis; baik itu melanjutkan naskah yang sebelumnya, membuat turunannya, atau mencari ide lain. Atau justru kamu memilih berhenti menulis lantaran merasa sudah sukses dan bosan dengan pekerjaan yang monoton tersebut. Semua pilihan ada di tangan kamu.
Itulah kiat, atau cara sukses nulis novel ala Dee Lestari. Inspiratif bukan? Terutama buat kamu yang ingin sekali menjadi penulis novel yang sukses.
By: Gafur Abdullah

0 Komentar